PELAYANAN DIAKONIA (LANSIA) MENURUT KISAH PARA RASUL 6:1-4 DAN APLIKASINYA DI GEREJA HKBP KRAMATJATI JAKARTA TIMUR

Authors

  • Syukurman Zebua

DOI:

https://doi.org/10.70823/jsttpa.v1i1.7

Keywords:

pelayanan, diakonia, Kisah Para Rasul

Abstract

Pelayanan diakonia khususnya kepada para lansia merupakan pelayanan yang tidak kalah pentingnya dengan bentuk pelayanan diakonia yang lain. Dalam Kisah Para Rasul 6:1-4 memberi suatu catatan penting tentang pelayanan diakonia kepada para janda pada gereja mula-mula. Sangat perlu dipahami bahwa janda bukan satu-satunya orang yang harus mendapat pelayanan diakonia seperti yang terdapat dalam Kis 6:1. Adapun alasannya ialah karena tidak semua janda memerlukan pelayanan diakonia (kahususnya dalam masalah perekonomian) kalau ternyata mereka adalah orang kaya. Pelayanan kepada para lansia telah dilakukan di Indonesia, sebab negara ini memiliki jumlah penduduk lansia yang tergolong cukup besar. Menurut informasi di internet, jumlah mereka terus bertambah. Perkembangan penduduk Lanjut Usia (lansia) di Indonesia menarik diamati. Dari tahun ke tahun jumlahnya cenderung meningkat. Pemerintah telah melakukan pelayanan kepada para lansia yaitu dengan memberi bantuan materi, namun selanjutnya juga dikatakan ternyata bantuan tersebut belum tercapai secara merata, dan masih ada lansia yang terlantar. Tugas untuk melayani para lansia seharusnya bukan saja hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi hal itu juga seharusnya dilakukan oleh gereja. Firman Tuhan yang tertulis dalam Yakobus 1:27 Firman Tuhan tersebut merupakan suatu bentuk pernyataan yang ditujukan kepada orang percaya, yaitu agar menyadari bahwa ibadah yang sejati adalah harus dibuktikan dengan menunjukkan perbuatan yang nyata yaitu melayani orang-orang yang hidup dalam kesusahan.

Published

2026-05-08