Mengafirmasi Otoritas Orang Tua Dalam Membangun Ketaatan Anak “Remaja Post Truth” Berlandaskan Nilai-Nilai Kristiani

Authors

  • Syukurman Zebua

DOI:

https://doi.org/10.70823/jsttpa.v4i2.37

Keywords:

otoritas, orang tua, remaja, media sosial

Abstract

Media sosial merupakan pijakan dimana paradigma baru, post truth (paska kebenaran) mulai terbentang dan kelak menjadi tren psikologis yang pada gilirannya menjadi budaya. Sebagai sasaran empuknya adalah para remaja yang lahir di era media sosial berkembang pesat menjadi budaya. Melalui media sosial anak remaja sekarang telah memasuki fase pergaulan global yang sudah tentu nilai-nilai etis yang diserap bukan semuanya bisa diterima. Di sinilah peran orang tua sebagai pendamping anak sangat dipertaruhkan. Anak adalah harapan baik bagi orang tua/keluarga, gereja maupun masyarakat dan bangsa. Bila buruk tunas-tunas remaja ini, maka buruk pula kondisi suatu bangsa kelak. Orang tua yang sesungguhnya telah diberi otoritas oleh Allah seyogyanya bertanggungjawab dan dengan penuh daulat mendampingi anak-anaknya agar tetap dalam jalur hidup yang berkenan kepada Tuhan. Dalam proses pendampingan tersebut termaktub sebuah konsensus; Orang tua pemilik otoritas, anak taat terhadap orang tua pemilik otoritas tersebut. Oleh karenanya, otoritas orang tua harus terus ditegakkan agar sikap hormat anak terhadap otoritas orang tua tetap lestari.

Published

2026-05-08

Issue

Section

Artikel