WANITA SEBAGAI PENDETA MENURUT TEOLOGIA LUTHERAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN HAK AZASI MANUSIA
DOI:
https://doi.org/10.70823/jsttpa.v2i1.18Keywords:
Wanita, Pendeta, Teologi, Lutheran, HAMAbstract
Begitu banyaknya di dalam ruang lingkup gereja Kristen yang menahbiskan wanita sebagai Pendeta karena dasar teologi, juga dorongan gerakan langkah emansipasi; sehingga bukan murni lagi berdasarkan ketetapan teologi. Kenyataannya yang patut diperhatikan ialah banyaknya masalah yang terjadi di dalam jemaat, sehingga menimbulkan pro-kontra mengenai kedudukan wanita sebagai Pendeta. Namun, adakah sebenarnya azas legalitas yang didukung Firman Tuhan mengenai kedudukan wanita sebagai pendeta? Melihat banyaknya potensi yang dimiliki wanita, hendaknya potensi-potensi itu disalurkan melalui segala macam pelayanan, bidang kesaksian dan sejenisnya.
Downloads
Published
2026-05-08
Issue
Section
Artikel

