GENERASI DIGITAL DAN IMAN HIBRID: MERANCANG HEALING PEDAGOGY PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA POSTHUMANISME

Penulis

  • Sahrul Efendi Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.70823/jsttpa.v6i2.56

Kata Kunci:

posthumanism, hybrid faith, psychosocial, Christian religious education, healing pedagogy

Abstrak

Perkembangan teknologi digital di era posthumanisme membentuk generasi baru yang hidup di persimpangan realitas biologis dan virtual. Generasi digital tidak sekadar menggunakan teknologi, melainkan membangun identitas rohani melalui interaksi dengan algoritma, media sosial, dan kecerdasan buatan. Fenomena ini melahirkan iman hibrid, yaitu spiritualitas yang ditandai oleh akses instan, relasi algoritmik, dan potensi krisis kedalaman iman. Berbeda dari kajian terdahulu yang cenderung normatif-teologis, artikel ini menekankan dimensi psikososial generasi digital: krisis identitas, kecemasan digital, dan spiritual desensitization. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis library research, penelitian ini mengusulkan kerangka healing pedagogy bagi Pendidikan Agama Kristen. Konsep ini menekankan literasi digital rohani, komunitas relasional, konseling iman berbasis digital, dan integrasi dimensi psikososial dalam kurikulum. Kebaruan penelitian terletak pada pemahaman iman hibrid sebagai fenomena psikososial-religius yang menuntut PAK tidak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga profetis dan terapeutik dalam menjawab krisis iman generasi digital.

Diterbitkan

2025-06-12

Terbitan

Bagian

Artikel