MAKNA KEPATUHAN ORANG PERCAYA TERHADAP PEMERINTAHAN MENURUT ROMA 13:1-7
DOI:
https://doi.org/10.70823/jsttpa.v3i2.31Kata Kunci:
Kepatuhan Orang Percaya, Gembala, Pemerintah, Roma 13.1 – 7Abstrak
Pemerintah adalah sebagai pelayan Allah yang ditugaskan untuk memelihara ketertiban dan keadilan di masyarakat. Oleh karena itu, ketaatan kepada pemerintah dianggap sebagai bentuk partisipasi dalam pelayanan Allah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki landasan teologis yang mendasari kepatuhan orang percaya terhadap pemerintahan, khususnya dalam konteks ajaran Paulus dalam surat kepada jemaat di Roma. Penelitian juga bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memotivasi kepatuhan tersebut, serta implikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari orang percaya. Metodologi penelitian ini melibatkan analisis tekstual dan kontekstual terhadap Roma 13:1-7 dalam Alkitab, dengan pendekatan eksegetis untuk memahami makna asli teks tersebut. Selanjutnya, dilakukan tinjauan literatur untuk mendapatkan perspektif teologis dan historis yang mendalam terkait hubungan antara iman Kristen dan kewajiban terhadap pemerintahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roma 13:1-7 memberikan panduan teologis yang kuat bagi kepatuhan terhadap pemerintahan sebagai bagian dari ketaatan kepada otoritas yang ditetapkan oleh Tuhan. Teks ini menggarisbawahi pentingnya hidup damai di dalam masyarakat dan menekankan bahwa pemerintahan memiliki peran yang diatur oleh Tuhan. Implikasi praktisnya mencakup tanggung jawab moral orang percaya terhadap partisipasi dalam proses pemerintahan, serta keseimbangan antara ketaatan kepada pemerintahan dan ketaatan mutlak kepada Tuhan. Kesimpulannya, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang dasar teologis, motivasi, dan konsekuensi kepatuhan orang percaya terhadap pemerintahan berdasarkan Roma 13:1-7.

